SHORT TRIP TO MEDAN


Aku dan Erik sudah merencanakan untuk mengunjungi Medan dari bulan November tahun lalu. Erik sendiri sebenarnya sudah merencanakan mudik ke Medan ketika Natal dan Tahun Baru, tapi karena harga tiket pesawat ketika high season melonjak bahkan sampai dua kali lipat, rencana itu dibatalkan. Tujuan utama perjalanan ini sebenarnya karena Erik kangen rumah dan aku juga ingin sekali silahturahmi atau kenalan dengan keluarganya di Medan. Bahkan selama ini aku belum pernah bertemu langsung dengan dua adik perempuannya. 

Jadi akhirnya kami mencari lagi waktu lain yang pas, dan jatuhlah hari itu di minggu pertama Maret. Kami juga sengaja memilih pergi ketika weekend supaya hanya perlu cuti sehari dari kantor. Aku mengambil Bandara Halim Perdana Kusuma sebagai tempat transit dari Surabaya, tujuannya supaya aku bisa berangkat dan balik bareng dengan Erik dari Jakarta.

Sampai di Medan, kami sebenarnya tidak memiliki itinerary yang detail selama di sana. Kami berusaha fleksibel dan spontan, menyesuaikan dengan keluarga yang lain. Karena balik lagi, tujuan utamanya untuk silaturahmi, bukan jalan-jalan.

Bahagia, akhirnya sampai juga di Kualanamu International Airport, Medan.


Ziarah

Setelah makan siang di rumah dan istirahat sebentar di Medan, sore itu kami berangkat ke kampung di Sukajulu, yang merupakan salah satu desa di kecamatan Barusjahe, Kabupaten Karo. Daerah ini cukup dekat dengan Berastagi, daerah wisata yang cukup terkenal di Sumatera Utara. Perjalanan menuju Sukajulu dapat ditempuh sekitar 2 jam dari Medan, jika tidak macet.

Sampai di daerah Sukajulu, kami mampir ke makam keluarga untuk ziarah. Di Sumatera Utara, terutama di kampung, jarang ada pemakaman umum seperti di Jawa. Setiap keluarga umumnya punya makam sendiri di tanah mereka. Jadi jangan kaget kalau di sepanjang perjalanan akan menjumpai banyak makam dengan desain yang bagus, bahkan kadang lebih bagus dari rumah penduduk di sana. Melengkapi ziarah, kami mampir ke pasar lokal Tiga Jumpa untuk membeli bunga segar.


Dari ziarah, kami langsung menuju rumah bibi untuk makan malam, ngobrol, dan istirahat.

Kampung

Pagi itu kami pindah ke rumah nenek, yang cuma berjarak beberapa meter dari rumah bibi. Aku mencoba jajanan lokal yang umum banget ada di kampung teh susu dan teh telur! Dua minuman ini lumayan terkenal di Medan, bahkan sudah jadi bagian dari kegiatan orang sana, terutama bapak-bapaknya, untuk nongkrong di kedai. Ditambah dengan roti goreng yang dicelupkan ke dalam teh susu, ya, ini adalah salah satu yang wajib dicoba untuk merasakan kehidupan orang lokal di sana.

Rumah Nenek


Act like a local tips: Teh Susu plus Roti Goreng

Melihat Danau Toba 

Setelah bersiap-siap, sebagian besar keluarga ingin melanjutkan acara dengan jalan-jalan. Ada beberapa pilihan tempat yang ingin dikunjungi, dimana dari semua tempat itu kita bisa melihat Danau Toba, yaitu: Simarajunjung, Siosar, dan Tongging. Akhirnya, pilihan jatuh kepada Tongging, sebuah desa yang masih masuk dalam Kabupaten Karo, karena tidak terlalu jauh dari kampung dan jarak tempuhnya hanya 50 menit. 

 Rumah Adat Karo

Kuliner Wajib: BPK (Babi Panggang Karo)


Memasuki wilayah Tongging, kami berhenti sejenak di sebuah bukit yang memiliki pemandangan langsung ke Danau Toba. Akhirnya, aku melihat Danau Toba! 







Selain pemandangan Danau Toba dari sisi utara, di wilayah Tongging juga terdapat wisata Air Terjun Sipiso Piso, yang katanya merupakan salah satu air terjun tertinggi di Indonesia. Tempat wisata ini sudah cukup tertata, wisatawan dapat menuju ke kaki air terjun dengan menggunakan tangga. 

Tangga yang akan membawa wisatawan menuju kaki Air Terjun Sipiso Piso


Foto langsung jadi dari abang-abang di sana, supaya bisa foto full-team


Kami berada di area itu sampai tiba-tiba hujan turun, dan langsung deras. Beruntung ada gardu pandang berupa naungan sehingga kami bisa berteduh di sana. Tapi karena tak kunjung reda, kami pun memutuskan untuk menerabas hujan dan kembali ke Medan.

Fotografer pribadi, yang mayoritas fotonya dipakai di tulisan ini.


Walaupun singkat, tapi perjalanan kali ini sangat menyenangkan karena aku bisa mengenal keluarga baru. Yang selama ini cuma ngeliatin dari instagram, kali ini bisa bertemu langsung. Yang selama ini cuma dengar ceritanya, kali ini bisa ngobrol bareng. 


Dan yang paling penting, nih, yang selama ini hitungannya cuma "teman dekat", mudah-mudahan kali ini sudah bisa naik pangkat jadi "calon", yaaaaaa.




Comments

Popular Posts